Di antara bilik-bilik penjaragedung pencakar, menjulang kilau
sibuk riuh mengejar bayang-bayang
dada teriak lantang:
‘oh… penghuni kota,
beri aku jiwa’
terhuyung-huyung pulang malam
merambat di pagar kampung
sehabis bergelut berburu surga
dada bersuara gema:
‘oh … penghuni bumi,
beri aku jiwa’
makhluk-makhluk yang mencari udara segar
boneka sedang duduk di kamar
rambutnya terurai sampai beranda
dada mengadu lembut:
‘oh Penguasa Kerajaan Jiwa,
beri aku jiwa’